Meskipun sama-sama menggunakan teknologi Reverse Osmosis, sistem untuk air payau (BWRO) dan air laut (SWRO) punya perbedaan signifikan dari sisi tekanan operasi, biaya, hingga aplikasinya. Berikut perbandingan lengkapnya.
Brackish Water RO (BWRO)
- Sumber air: air payau, air tanah, atau air dengan salinitas rendah–menengah
- Tekanan operasi: umumnya sekitar 10–20 bar, tergantung kualitas air dan desain membran
- Recovery: umumnya sekitar 60–75%, tergantung potensi scaling dan karakteristik air baku
- Konsumsi energi: relatif rendah
- Jenis membran: Brackish Water RO membrane
- Aplikasi: air bersih, air proses industri, boiler feed water, dan kebutuhan pengolahan air lainnya
Sea Water RO (SWRO)
- Sumber air: air laut
- Tekanan operasi: umumnya sekitar 55–80 bar, tergantung salinitas, temperatur, recovery, dan jenis membran
- Recovery: umumnya sekitar 30–50%
- Konsumsi energi: lebih tinggi dibandingkan BWRO
- Jenis membran: Seawater RO membrane
- Aplikasi: desalinasi air laut menjadi air bersih atau air proses
Kesimpulan
Pemilihan antara BWRO dan SWRO murni ditentukan oleh karakteristik sumber air baku yang tersedia di lokasi proyek Anda, bukan soal mana yang "lebih baik". Kalau Anda belum yakin sumber air Anda termasuk kategori mana, baca dulu penjelasan dasarnya di Reverse Osmosis: Cara Kerja dan Kapan Anda Membutuhkannya.
Butuh bantuan analisa sumber air Anda? Hub. kami di +6282395815252