Clarifier adalah salah satu unit paling penting dalam sistem pengolahan air bersih (WTP) maupun air limbah (WWTP/IPAL), tapi perannya sering kurang dipahami dibanding unit lain seperti biofilter atau MBR. Artikel ini membahas apa itu clarifier, bagaimana cara kerjanya, dan kenapa unit ini krusial dalam rangkaian pengolahan air.
Apa itu Clarifier?
Clarifier adalah unit proses yang menggabungkan proses kimia (koagulasi dan flokulasi) dengan proses fisika (sedimentasi/pengendapan) dalam satu tangki. Fungsi utamanya adalah menurunkan kandungan TSS (Total Suspended Solid) dalam air, sehingga air yang dihasilkan jauh lebih jernih sebelum masuk ke tahap pengolahan berikutnya.
Tahapan Proses di Dalam Clarifier
- Koagulasi - bahan kimia koagulan ditambahkan untuk menetralkan muatan partikel tersuspensi
- Flokulasi - partikel-partikel kecil yang sudah netral bergabung membentuk gumpalan (flok) yang lebih besar
- Sedimentasi - flok yang sudah terbentuk mengendap ke dasar tangki karena gravitasi, terpisah dari air jernih di bagian atas
Kenapa Clarifier Penting?
- Mengurangi beban kerja unit filtrasi setelahnya, memperpanjang usia pakai media filter
- Meningkatkan kualitas air secara signifikan sebelum didesinfeksi atau didistribusikan
- Bisa digunakan baik di WTP (pengolahan air bersih) maupun sebagai primary treatment di WWTP (pengolahan air limbah)
PT. Akatech Biotama Indonesia menyediakan Clarifier Lamela yang dirancang untuk efisiensi pengendapan lebih tinggi dengan kebutuhan lahan yang lebih kecil dibanding clarifier konvensional. Baca juga perbandingannya di artikel Clarifier vs Sedimentasi Konvensional.
Info lebih lanjut segera Hub. kami di +6282395815252